Tag Archives: Headline

Kronologis Pelaksanaan MUNAS 4 di Semarang (Part-3)

Mengingat kondisi yang semakin mendesak dan memburuk, maka diadakan pertemuan 22 Juni 2013, yang dilaksanakan di Oak Tree Urban Hotel untuk kedua kalinya, yang diinisiasi oleh Ir. Togar Sihombing, IALI selaku anggota Dewan Penasehat, mengundang beberapa jajaran IALI baik di tingkat nasional dan daerah. Semua pihak diundang untuk membahas kondisi terkini IALI. Pertemuan ini menjadi pertemuan terakhir yang harusnya  bisa dimanfaatkan oleh PN IALI untuk melakukan Rembug Nasional. Berharap pertemuan ini jadi ajang untuk membuka ruang untuk saling memahami satu sama lainnya, sehingga tidak ada kekhawatiran bahwa IALI terbelah menjadi dua. Pertemuan ini berlangsung sejak pukul 12.00 WIB, diawali dengan makan siang bersama dan dilanjutkan dengan diskusi pertemuan. Pertemuan ini telah menghasilkan kesamaan dalam pandangan dan pendapat, dimana MALI menjadi pemimpin dalam pelaksanaan MUNAS IV IALI, dengan membentuk OC MUNAS IV IALI 2013 (Ketua : Ir. Ogar Sihombing, IALI) dan SC MUNAS IV IALI (Ketua : Ir. Mirza Julistia, IALI) dan juga sekaligus menyebarkan undangannya kepada para peserta MUNAS sebagaimana diatur dalam AD ART IALI. Pertemuan ini juga berhasil mengumpulkan dana untuk mendanai awal persiapan MUNAS IV IALI, memantapkan MUNAS IV IALI 2013 yang akan dilaksanakan pada 28-30 Juni 2013 di Semarang.

Musyawarah Nasional ke 4 Ikatan Arsitek Lansekap Indonesia, akhirnya dilaksanakan di Semarang pada tanggal 28-30 Juni 2013. Pada hari pertama dilaksanakan seremonial pembukaan, acara dimulai pada pukul 18.15 WIB didahului dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya secara bersama sama. Acara dilanjutkan dengan sambutan dari tuan rumah, Bapak Ir. Heru Puworo, IALI selaku panitia, dan selanjutnya dilaksanakan pembukaan acara MUNAS IV IALI secara resmi oleh Pengurus Daerah  IALI Aceh yang disampaikan oleh Ir. Siti Zulva, MSi., IALI, selanjutnya diikuti dengan pembacaan doa bersama dan photo bersama pada pukul 18.30 WIB.

Sebelum rapat persidangan dibuka, maka dilanjutkan dengan penyampaian pidato Ketua MALI (Bapak Ir. Omar Samuel Ichwan, IALI), dilanjutkan dengan pidato Dewan Penasehat IALI disampaikan oleh Bapak Ir. Bintang A. Nugroho dan diakhiri dengan sambutan dari PN IALI (namun saudara Ketua Umum PN IALI tidak hadir), pidato sambutan dimulai pada pukul 18.35 WIB dan selesai pada pukul 19.10 WIB.

Pada pukul 20.10 WIB sampai dengan pukul 22.00 WIB, Sidang Pleno I dibuka oleh Pimpinan Sidang Sementara (SC) dengan tiga agenda, yaitu pengesahan susunan acara, tatib munas dan pemilihan pimpinan sidang MUNAS IV IALI. Namun acara Pleno pertama dimulai dengan pandangan dari Pengurus Daerah, yang pertama disampaikan oleh PD IALI DKI Jakarta disampaikan oleh Bapak Ir. Bagus Tatang Dewantoro, IALI, yang ke dua disampaikan oleh Ketua PD IALI Jawa Barat, Ir. Dian Heri Sofian, MT, IALI, yang ke tiga disampaikan oleh Ketua PD IALI Banten, Ibu Ir. Etty Ariaty, IALI, yang ke empat disampaikan oleh Ketua PD IALI Jawa Tengah Ir. Heru Puworo, IALI, yang ke lima disampaikan oleh Ketua PD IALI Jawa Timur Ir. Medha Baskara, MT, IALI, yang ke enam disampaikan oleh Ketua PD IALI Aceh, Ir. Siti Zulva, MSi, IALI, yang ketujuh disampaikan oleh Ketua PD Sumatera Utara, Ir. Sukatno, IALI, yang kedelapan oleh Ketua PD IALI Kaltim, Ir. Nazief etek, IALI. Yang ke Sembilan disampaikan oleh Ketua PD IALI Kalimantan Barat, Ir. Tonie Pietersz, IALI dan Kesepuluh disampaikan oleh Ketua PD IALI Sumatera Barat Ir. Azwar Asrol, IALI. Sedangkan ketua PD IALI Riau dan Sulawesi Selatan menyatakan persetujuannya atas pelaksanaan MUNAS dan siap melaksanakan keputusan MUNAS. Sehubungan dengan musim liburan menyebabkan beberapa Daerah lain tidak bisa hadir, dan undangan yang disampaikan oleh OC sudah disebarkan ke semua daftar undangan yang telah ditetapkan sebelumnya. MUNAS akhirnya mencatat semua pendapat dan pandangan yang disampaikan oleh Daerah Daerah dalam rangka membangun kemajuan dalam organisasi dan keprofesian IALI di masa mendatang.

MUNAS IV IALI melalui perdebatan yang cukup panjang, akhirnya menolak laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PN IALI periode 2009-2012, Ir. Hengki T. Heksanto karena tidak adanya laporan dan ketidakhadirannya. SC dan OC sudah berusaha menghubungi saudara Ketua Umum Ir. Hengki T. Heksanto dan akhirnya juga terjadilah pembicaraan antara Ketua Umum Ir. Hengki T. Heksanto dengan Bapak Ir. Mirza Julistia, IALI, namun upaya tersebut juga tetap tidak merubah keputusan dimana MUNAS menolak Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Ketua Umum saudara Ir.Hengki T. Heksanto dan pengurus dinyatakan DEMISIONER. MUNAS menerima LPJ MALI dan BSA IALI. Disamping itu,  MUNAS juga akhirnya mengesahkan AD ART IALI dan GBHO, PKN, Isue – isue Strategis dan Rekomendasi organisasi. Semua itu akan menjadi amanat bagi PN IALI terpilih untuk melaksanakannya.

MUNAS IV IALI ini sudah menjadi wadah bagi seluruh Pengurus Daerah untuk menentukan arah kedepan, khususnya tiga tahun kedepan, belajar dari apa yang sudah dilaksanakan sejauh ini oleh IALI dan segala persoalan yang dihadapi oleh masing masing Daerah. Kita berharap Daerah bisa lebih memainkan perannya dalam mengembangkan lansekap dengan menempatkan Arsitek Lansekap di Daerah baik dalam perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan sebagaimana diatur dalam Undang Undang Jasa Konstruksi. Daerah kedepan menaruh harapan besar kepada PN IALI untuk bisa membuat kebijakan organisasi yang dapat mendorong Daerah Daerah untuk lebih baik lagi dalam pengembagan tugas dan fungsinya.

MUNAS IV IALI akhirnya menetapkan PN IALI periode 2013-2016 yang memimpin pelaksanaan amanat MUNAS IV IALI di Semarang. Pimpinan PN IALI periode 2013-2016  adalah Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA, IALI, Ir. Togar Sihombing, IALI dan Ir. Muzia Evalisa, IALI. Ketiga Arsitek Lansekap ini adalah pilihan yang terbaik untuk IALI bagi tiga tahun kedepan, baik secara Nasional dan Luar Negeri. IALI sebagai organisasi profesi yang sudah menjadi mitra bagi Pemerintah dan Swasta dalam mengisi pembangunan ini agar lebih hijau dan lestari. Semoga Pimpinan PN IALI Presidium periode 2013-2016 dapat menyelesaikan amanat amanat MUNAS dan bisa disampaikan capaiannya dan pertanggung jawabannya pada MUNAS V IALI nanti di Sumatera Barat.

Pada Tanggal 23 Agustus 2013 bertempat di Hotel Kartika Chandra , Pengurus Nasional IALI 2013-2016 dilantik oleh MALI sebagai bentuk dari kepatuhan untuk melaksanakan amanat MUNAS IV IALI di Semarang dan ketentuan dalam AD ART IALI. Pelantikan  dihadiri oleh Pengurus Daerah IALI, MALI, JAKI, Pemerintah, Dinas Pertamanan dan Pemakaman Provinsi DKI Jakarta dan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia. Pelantikan ini menjadi awal bagi PN IALI untuk bisa melaksanakan tugas dan fungsinya, agar bisa berjalan dengan sebaik baiknya. Pengurus PN IALI yang dilantik sesuai dengan SK yang diterbitkan oleh PN IALI periode 2013-2016 dengan susunan pengurus, Ketua Umum Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA, IALI dan Sekjen Ir. Khairul Tanjung, IALI. Bendahara Umum Ir. Etty Ariaty, IALI, WaBendum Ir. Erita Laksita, IALI dan WaSekjen Andra B. Karim. Wakil Ketua Umum 1 Ir. Togar Sihombing, IALI dan Wakil Ketua Umum 2 Ir. Muzia Evalisa, IALI. Ketua Bidang Luar Negeri Ir. Soehartini Sekartjakrarini, PhD, dan Wakil Ketuanya Ir. Ditri Kemala Rezki. Ketua Bidang Dalam Negeri Ir. Anggia Murni, IALI dan Wakil Ketua Ir. Andrianto Kusumoarto, MS. Ketua Bidang Pendidikan dan Keprofesian Dr. Ir. Nurhayati Arifin, MS, Wakil Ketua Dr. Ir. Nizar Nasrullah, Magr. Ketua Bidang Litbang Dr.Ir.Alinda FM. Zain, MS dan Wakil Ketua Ir. Suci Widianingrum, ST, MT.

Pengurus Nasional IALI 2013-2016 ini telah berhasil menyelenggarakan RAKERNAS di Ciapus, Bogor pada tanggal 21-22 September 2013 yang dihadiri oleh PN IALI, MALI dan delapan pengurus daerah, sedangkan PD IALI lainnya memberikan dukungan tertulis kepada RAKERNAS tersebut. Pengurus Nasional IALI 2013-2016 terus bergerak menegakkan aturan organisasi IALI disetiap kegiatannya dan membenahi performance IALI baik kedalam atau keluar organisasi dengan sebaik baiknya. PN IALI bertekad untuk membangun trilogi lestari dan matrik 3/3, agar IALI menjadi lebih baik. Mari kita bersama merapatkan barisan, bersama-sama memajukan profesionalitas anggota dan mendorong eksistensi organisasi IALI didalam maupun diluar negeri.  (Sumber : Redaksi Iali-Isla.or.id/Okt2013. Untuk kepentingan klarifikasi surat menyurat organisasi tentang MUNAS 4 Semarang bisa menghubungi Sekjen PN IALI 2013-2016).

Kronologis Pelaksanaan MUNAS 4 di Semarang (Part-2)

Pada tanggal 7 Juni 2013 ini tidak ada kegiatan pertemuan yang dilakukan oleh SC dan juga jajaran IALI lainnya. Artinya penetapan MUNAS IV IALI pada tanggal 5-7 Juni tidak direspon oleh PN IALI dan OC, karena pada tanggal 4 Juni 2013, PN IALI sudah membatalkan MUNAS dengan cara mengirimkan surat ke daerah daerah dan juga berkomunikasi ke daerah daerah soal pembatalan MUNAS pada tanggal 5-7 Juni 2013, pembatalan itu dilakukan sepihak oleh Ketua Umum PN IALI karena tidak mendapat persetujuan oleh SC MUNAS IV IALI, namun pembatalan itu tetap saja dilaksanakan dan dikirimkan ke daerah daerah oleh PN IALI dan OC MUNAS, ini sungguh sangat disesalkan, karena sesungguhnya pembatalan MUNAS tidak sesuai dengan SK Panitia yang dibuat oleh PN IALI. Pembatalan ini, menjadikan situasi dan pekembangan organisasi IALI dalam keadaan luar biasa sebagaimana diatur dalam AD ART IALI. Pembatalan tersebut merupakan bentuk tidak konsistennya PN IALI dan OC dalam melaksanakan MUNAS secara bertanggungjawab dan murni sesuai dengan semangat dan tema MUNAS IV IALI. Pembatalan tersebut sudah menyebabkan kejanggalan dan kerugian banyak pihak, bukan saja panitia MUNAS di Semarang dan juga PD PD IALI, juga kepada mitra dan stakeholder IALI. Pembatalan ini menyebabakan banyak kegundahan dan kebingungan serta tandatanya, sedangkan waktu terus bergulir dan berjalan.

Pertemuan 7-8 Juni 2013, yang dilaksanakan di Oak Tree Urban Hotel, Jaksel, telah membuka ruang bagi daerah yang ada di Jakarta untuk melanjutkan pertemuan untuk mensikapi situasi terkini tentang pelaksanaan MUNAS dan kondisi IALI. Pertemuan dimulai pada tanggal 7 Juni 2013 malam, kemudian pertemuan dilaksanakan dengan adanya pandangan pandangan umum dari setiap peserta yang dihadir dan dipimpin oleh saudara Ir. Bintang, berlanjut sampai pukul 24 WIB. Selanjutnya pertemuan dilanjutkan besoknya pada tanggal 8 Juni 2013, di ruangan meeting, pertemuan berjalan dari siang sampai dengan malam hari, akhirnya membuahkan beberapa kesepakatan diantaranya ; (1) MUNAS IV IALI dilaksanakan pada tanggal 21-23 Juni 2013, (2) SC tetap bertugas sampai ke MUNAS (3) Penyelenggaraan MUNAS dipimpin oleh saudara Ir. Heru Puworo, (4) yang hadir berhak jadi peserta utusan (5) pembiayaan MUNAS membaginya secara bersama sama (6) Kerugian akibat pembatalan MUNAS menjadi tanggung jawab OC, (7) Mengutus saudara Ir. Bintang A. Nugroho, Ir. Heru Puworo dan Ir. Khairul Tanjung menghadap ke saudara Ketua Umum PN IALI Ir. Hengki T. Heksanto. Pertemuan dengan ketua umum PN IALI ini diatur oleh Ir. Bintang A. Nugroho , namun disayangkan tidak berjalan dengan baik. Menurut pengakuan Ir. Bintang A. Nugroho, bahwa saudara Ir. Khairul Tanjung ditolak kehadirannya oleh ketua umum PN IALI dengan alasan yang tidak jelas. Disayangkan sikap tersebut terjadi, hal ini menimbulkan banyak pertanyaan dan tanda tanya, padahal langkah pertemuan ini semata adalah untuk kepentingan organisasi.

Pada tanggal 17 Juni 2013, MALI menerbitkan surat keputusan nomor : 002/SKEP/MUNAS IALI/VI/2013, bahwa MUNAS IV IALI 2013 harus dilaksanakan pada bulan Juni 2013 ini, untuk menghindari dampak negatif dari penundaan MUNAS, karena MUNAS adalah pengambil keputusan tertinggi, menunda MUNAS berarti menunda keputusan penting dalam organisasi. Keputusan ini diambil untuk meningkatkan capacity building. Surat Keputusan MALI ditanda tangani oleh Ketua Bapak Ir. Omar S. Ichwan, IALI, lalu Sekretaris Ir. Lola MAdjid, IALI dan Dr. Ir. Siti Nurisjah, MSLA, IALI sebagai anggota MALI.

Pada tanggal 17 Juni siangnya PN IALI Ir. Hengki T. Heksanto mengadakan rapat untuk menjelaskan pembubaran OC dan SC MUNAS IV IALI 2013. Bebarapa tanggapan dan pandangan atas peristiwa 17 Juni 2013 ini sudah disampaikan dalam email.

Kita berharap tentunya keputusan MALI menjadi keputusan tertinggi dalam organisasi IALI dan bisa dilaksanakan oleh seluruh jajaran organisasi di bawahnya. SK MALI ini tentunya menjadi final putusan agar MUNAS IV IALI 2013 dilaksanakan pada bulan Juni 2013, dan ini bisa berjalan dengan baik dan sukses. Disayangkan PN IALI tidak melaksanakan SK MALI tersebut agar MUNAS IV IALI dilaksanakan pada bulan Juni 2013 ini di Semarang. PN IALI malah bersikap tidak patuh dan taat dengan keputusan MALI, hal ini menyebabkan kondisi organisasi IALI semakin memburuk. 

Kronologis Pelaksanaan MUNAS 4 di Semarang (Part-1)

Pada tanggal 13 Oktober 2012, bertempat di Hotel Milenium, Tanah Abang, Jakarta Pusat diadakan Musyawarah Nasional Khusus (MUNASUS) pertama kali diadakan selama sejarah berdirinya IALI. MUNASUS ditujukan untuk mengesahkan AD ART IALI yang tertunda dalam MUNAS III di Bogordan juga memberikan tambahan waktu/masa kepengurusan kepada Ketua Umum PN IALI, saudara Ir.Hengki T. Heksanto beserta jajarannya agar bisa fokus untuk menyiapkan MUNAS dengan baik selambat lambatnya sampai pada bulan akhir Maret 2013. Keputusan MUNASUS dibuat dan ditanda tangani oleh 3 orang pimpinan sidang, saudara Ir. Nazief Etek, IALI, saudara Ir. KhairulTanjung, IALI dan saudara Ir. Mirzah Julistia, IALI.  MUNASUS ini walau pertama kali, tapi sudah bisa membuat keputusan besar dalam organisasi.

Pada tanggal 29 Januari 2013, saudara Ketua Umum PN IALI menerbitkan Surat Keputusan tentang pembentukan panitia pelaksana dan pengarah MUNAS IV IALI 2013. Surat Keputusan  4 lembar tersebut ditandatangani oleh saudara Ir. Hengki Triyoga Heksanto, IALI (ketum) dan Ir. Yovialina Taruna,IALI (sekjen). Surat Keputusan ditembuskan kepada Majelis Arsitek Lansekap Indonesia, Badan Sertifikasi Keahlian IALI, Badan sertifikasi Keterampilan IALI, Unit Layanan Sertifikasi Profesi dan Pengurus Daerah di seluruh Indonesia. Panitia Steering Committee (SC) MUNAS IV IALI diketuai Dr.Ir.Rustam Hakim Manan, MT, IALI dan sekretaris SC saudara Ir. Khairul Tanjung, IALI dengan lima anggota SC. sedangkan Panitia Organizing Committee (OC) yang dikomandoi oleh saudara Ir. Mariana Harahap, MBA, IALI dan Ir. Heru Puworo selaku wakil panitia dengan didukung oleh 34 orang lainnya, agar MUNAS benar benar maksimal dan sukses.  

Selama bulan Februari, Maret, April dan Mei sudah dilakukan beberapa kali rapat SC untuk menyiapkan draft materi materi MUNAS, terhitung rapat pada tanggal 1 Maret 2013, 15 Maret 2013 dan 22 Maret 2013, 23 April 2013, 3 Mei 2013, 6 Mei 2013 dan 15 Mei 2013, lalu pada 4 juni 2013. Total  sudah dilakukan sekitar 8-10 kali rapat SC agar bisa menghasilkan buku panduan MUNAS. Selama rapat sudah dua kali pemunduran waktu MUNAS dan tanggal 5-7 juni 2013 merupakan tanggal terakhir yang ditetapkan oleh SC dan  MUNAS IV IALI harus dilaksanakan di Semarang sebagai bentuk ketaatan kepada hasil MUNAS III di Bogor pada tahun 2009. Dari beberapa kali rapat, memang pada beberapa hal sulit untuk menyamakan pendapat dan pandangan soal MUNAS IV IALI.

Pada tanggal 4 Juni 2013, SC MUNAS IV IALI mengadakan rapat di Gedung JDC lantai 7, mengingat pelaksanaan MUNAS yang semakin dekat, yakni pada tanggal 5-7 Juni 2013. Sebelumnya ketua SC menerima surat email dari Ketua OC, yang meminta agar waktu MUNAS IV IALI dimundurkan, dan pada tanggal 2 Juni 2013 saudara Sekretaris SC menerima surat email dari OC soal hal yang sama, karena beberapa alasan, lalu Ketua  SC tidak bisa langsung menjawab surat email tersebut, dan Ketua SC mengadakan rapat pada tanggal 4 Juni 2013, rapat dihadiri oleh 4 orang, dimulai pada pukul 14.00 WIB dan selesai pada pukul 17.00 WIB. Rapat mengeluarkan hasil rapat yang dituang dalam surat nomor 002a/HR/SC/SC MUNAS IV/IALI/VI/2013, nomor 003a dan nomor 004a yang berisi 4 point hasil rapat, yang pada intinya menolak usulan pemunduran waktu munas yang diajukan oleh OC dan bila tidak dilaksanakan juga sesuai waktu yang ditetapkan SC , maka SC mengundurkan diri dari SC MUNAS IV IALI.  Artinya SC membubarkan diri dan semuanya diserahkan kepada mekanisme yang berlaku dalam AD ART IALI. Surat ini ditujukan kepada OC, PN IALI dan MALIdan dikirimkan via email.

Pertemuan 4 Juni 2013, malam yang diinisiasi oleh Ketua Dewan Penasehat IALI, semua pihak yang tekait dengan MUNAS IV IALI  Semarang diundangan untuk ikut pertemuan di Flora Garden Cafe, Jakarta Selatan. Pertemuan ini diharapkan untuk silahturahmi dan saling menyampaikan pandangan terkait dengan penyelenggaraan MUNAS. Pertemuan ini dihadiri oleh Ir. Abas Sudarmoko, Ir. Omar S. Ichwan, Ir. Sumiantono Rahardjo, Ir. Tri/ Ir. Ade, Ir. Yovie, Ir. Yudi, Ir. Sukatno, Ir. Siti Zulva, Ir. Aznil, Ir. Bagus Tatang, Ir. Nazief, Ir. Khairul, Ir. Bambang, Ir. Huda, Ir. Bintang dan Ir. Togar.

Pertemuan ini mengeluarkan pernyataan atas penundaan pelaksanaan waktu MUNAS IV IALI yang baru diumumkan satu hari sebelum pelaksanaan MUNAS. dan Pertemuan itu mendukung keputusan yang dibuat SC MUNAS tertanggal 4 Juni 2013. Juga mendukung dan meminta MALI untuk segera menentukan sikap tentang MUNAS IV IALI  Semarang. Karena besoknya rencana MUNAS, maka PD IALI yang sudah hadir di Jakarta adalah PD IALI Aceh, PD IALI Sumut dan PD IALI Riau.  PD inilah yang ikut hadir bersama undangan rapat informal di Flora Garden Café. Sangat disayangkan Ketua PN IALI, Ketua OC dan Ketua SC MUNAS IV IALI diundang untuk hadir dan membicarakan bersama-sama kondisi IALI yang berkembang, namun mereka tidak hadir dalam pertemuan tersebut dan malah sebaliknya,  menyalahkan dan menyayangkan pertemuan di Flora Café Pancoran tersebut yang diundang oleh Ketua Dewan Penasehat IALI, padahal pertemuan ini bisa jadi ajang silahturahmi dan bertatap muka untuk membicarakan kondisi terkini IALI. Kawan-kawan PD IALI yang sudah datang di Jakarta tersebut tidak dilayani dengan baik oleh PN IALI, tidak ada komunikasi dan tidak ada upaya untuk bertemu, mereka dibiarkan begitu saja, dan kawan kawan merasa agak kecewa dengan sikap PN IALI seperti itu, termasuk ketua OC dan ketua SC nya. Dan juga disayangkan bahwa upaya untuk melaksanakan MUNAS pada tanggal 5-7 Juni 2013 yang ditekankan oleh Ketua SC agar dilaksanakan, namun itu tidak terbukti dan inilah menjadi saat saat bersejarah bagi IALI, karena pada tanggal 4 Juni 2013 inilah awalnya IALI terbelah dua. Kondisi dua kelompok mulai memburuk dan terasa tidak kondusif.

Pada tanggal 7 Juni 2013, SC MUNAS IV IALI menerbitkan surat email kepada Ketua Pelaksana MUNAS IV IALI 2013 dan surat tersebut ditembuskan kepada PN IALI dan MALI. Surat SC tanggal 7 Juni 2013 ini dengan nomor 005a/SP/SC MUNAS IALI/VI/2013 ini ditandatangani oleh Ketua SC dan Sekretaris SC. Surat tersebut merupakan tindak lanjut surat Panitia Pengarah MUNAS IV IALI tertanggal 4 Juni 2013.

Silaturahmi dengan Dirjen Ekonomi Kreatif, Media, Desain dan Iptek

Dalam acara Silaturahmi dengan Direktur Jenderal Ekonomi Kreatif, Media, Desain dan Iptek (DJ EKMDI), Bapak Harry Waluyo, memenuhi undangan dari Direktur Desain dan Arsitektur (DDA), Ibu Zoraida Ibrahim, pada hari Jumat 11 Oktober 2013 jam 13:00 di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Jakarta, saya merasa perlu berbagi karena Bapak DJEKMDI yang berlatarbelakang antropologi dan erat dengan kebudayaan tersebut memaknai pertemuan dengan pesan yang sangat mendalam kepada arsitek lanskap Indonesia. Silaturahmi yang pada awalnya mengundang saya, Ibu Siti Nurisyah, Bapak Omar S. Ichwan, Bapak Hengki Heksanto, sehari sebelum silaturahmi ditambah dengan Ibu Mariana Harahap, Ibu Peni Susanti, dan Ibu Dani Mirwanti. Silaturahmi juga dihadiri oleh Sekretaris Jenderal DJEKMDI, Ibu Poppy Savitri.

Bapak DJ EKMDI membuka silaturahmi dengan menyajikan sebuah film berdurasi sekitar empat menit tentang APEC yang baru selesai bersidang minggu lalu. Tiga kata penting yang tertinggal di benak saya dari film tersebut adalah : ‘development’, ‘sustainability’ dan ‘resilience’. Bapak DJ EKMDI menggarisbawahi 2 (dua) hal penting, yaitu : (1) negara2 APEC memiliki komitmen tinggi untuk tetap bersatu menghadapi perubahan2 yang terus bergulir di dunia dan (2) nama pemerintah Indonesia yang sangat bagus di internasional. Menanggapi film tersebut pertanyaan2 dan penyataan2 beliau sangat mengesankan, diantaranya menanyakan kepada hadirin ‘siapa pemrakarsa APEC yang dari awal sampai kini tetap komit’. Ibu Siti Nurisyah menyahut cepat : Brunai. Sebuah negara kecil, namun memiliki sumberdaya alam yang tidak dapat kita abaikan.

Silaturahmi dengan nasi kuning tumpeng di atas meja, juga membagikan fotokopi memuat penjelasan lengkap tentang filosofi dibalik kuliner Jawa yang sangat dikenal oleh masyarakat Indonesia. Simbol dan makna tumpeng dijelaskan dengan rinci melalui bahan makanan dan cara pengolahannya. Seluruh bahan makanan dan cara pengolahannya menggambarkan sifat2 baik dan buruk manusia dan bagaimana mengelola sifat2 tersebut. Sungguh suatu pesan yang mengagumkan dan bermakna sangat mendalam bagi arsitek lanskap yang harus selalu berorientasi kepada manusia, karena tugas dan tanggungjawab profesinya bergelut dengan perencanaan, perancangan dan pengelolaan ruang luar dan lingkungannya. Harapan2 agar kesejahteraan hidup semakin ‘naik’ dan ‘tinggi’ serta sifat2 buruk manusia seperti sombong, congkak, merasa tahu/benar sendiri, tidak setia, maupun sifat2 baiknya seperti ketabahan, keuletan, kebersamaan dan kerukunan dimaknai dalam setiap jenis bahan dan pengolahan nasi tumpeng.

Salah satu contoh adalah telur yang harus disajikan utuh bersama kulitnya dan oleh karenanya harus direbus pindang sehingga untuk memakannya harus dikupas terlebih dahulu. Hal tersebut melambangkan bahwa semua tindakan kita harus direncanakan (dikupas), dikerjakan sesuai rencana dan dievaluasi hasilnya demi kesempurnaan. Piwulang Jawa mengajarkan ‘tata, titi, titis, dan tatas’ yang berarti etos kerja yang baik adalah kerja yang terencana, teliti, tepat perhitungan, dan diselesaikan dengan tuntas. Telur juga melambangkan manusia diciptakan Tuhan dengan derajat (fitrah) yang sama, yang membedakan hanyalah ketakwaan dan tingkah lakunya.

Betapa mendalamnya makna silaturahmi dengan Bapak DJEKMDI untuk arsitek lanskap Indonesia bahkan ketika sampai pada saat mengajak makan siang bersama. Tumpeng dipotong oleh beliau dan menanyakan siapa di antara yang hadir yang termuda usianya. Ibu Mariana memperoleh ujung tumpeng dari Bapak DJEKMDI karena termuda di antara yang hadir. Pertanyaan muncul mengapa bukan yang tertua mendapat kehormatan tersebut. Sekali lagi Bapak DJEKMDI menjawab dengan bijak : yang tua dapat melakukannya sendiri … Beliau menambahkan pula : yang pasti mereka yang tua pernah muda namun yang muda pasti belum pernah tua. Sungguh satu jawaban penuh canda yang sangat bermakna!

Silaturahmi selesai dengan berfoto bersama sambil mengacungkan jari2 tangan kita menggambarkan huruf ‘K’ yang artinya ‘kreatif.’ Sangat tepat sekali dengan profesi arsitek lanskap yang harus selalu kreatif dalam menjembatani penciptaan lingkungan harmonis dari lanskap alam dan budaya Indonesia yang memiliki keberagaman sangat tinggi.

Silaturahmi dengan Bapak DJ EKMDI sangat mengesankan. Saya kagum dengan pesan yang sangat mendalam dari Bapak DJEKMDI menghadapi Indonesia sebagai tuan rumah 2015 IFLA APR Congress. Pertanyaan muncul dalam diri saya, mampukah seluruh arsitek lanskap Indonesia memahami ‘local wisdom’ yang disampaikan oleh Bapak DJEKMDI. Sanggupkah bersatu dan secara profesional membangun negeri ini menghadapi perubahan2 dunia yang terus bergulir dengan cepat? Tantangan2 di luar sana semakin besar. Masa depan profesi ada di tangan kita, kecuali kalau kita akan merelakan yang di luar sana menebas jalan kita …

Salam,
S. Sekartjakrarini
Delegate ISLA to IFLA
Ketua Bidang Luar Negeri PN IALI