Arsitek(tur) Lansekap

“Lanskap adalah wajah atau karakter lahan dari permukaan bumi baik itu alami maupun buatan, yang merupakan total dari lingkungan hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya. Lanskap memiliki beberapa sub antara lain: kota (town-sape), jalan (street-scape), lapangan golf dan sejenisnya (lawn-scape), sungai (river-scape), atap bangunan (roof-scape), pantai dan pemandangan laut lainnya (sea-scape), area industri (industrial-scape), pemukiman (residential-scape), pedesaan (rural-scape), daerah (regional-scape), dan lainnya.

Arsitektur Lanskap adalah bidang ilmu dan seni yang mempelajari pengaturan ruang dan massa di alam terbuka, dengan mengkomposisikan elemen-elemen lanskap baik alami maupun buatan. Tujuannya agar tercipta sebuah keteraturan, terciptanya suatu karya lingkungan yang fungsional serta berestetika, sehingga tercapai kepuasan manusia, namun tetap selaras dengan alam.

Arsitek Lanskap adalah seseorang profesional yang mendapatkan pendidikan dalam bidang ilmu dan seni arsitektur lanskap serta aktif dalam kegiatan perancangan tanaman (landscape planning), perencanaan tapak (site planning), serta perencanaan detail taman (detail landscape design). Peran arsitek lanskap dalam kehidupan sangat penting, dalam mewujudkan suatu taman yang indah tak hanya cukup dengan sekedar indah namun harus juga difikirkan bagaimana fungsionalitasnya, selain itu kesesuaian antara komponen (contoh, tanaman) dengan habitatnya juga harus dipertimbangkan karena tidak semua tanaman bisa hidup baik dalam semua kondisi lahan. Arsitek lanskap lah yang paling paham dalam mengkombinasikan beberapa hal tersebut demi terciptanya sebuah taman yang fungsional serta bernilai estetika tinggi.

Peran seorang arsitek lanskap di era 90-an semakin banyak peminatnya. Masyarakat perkotaan pada umumnya mulai membuka mata akan kebutuhan lahan hijau yang sebelumnya tidak terlalu dipedulikan. Selain itu isu pemanasan global juga memicu naiknya minat masyarakat dalam melakukan perombakan lahan terbukanya menjadi lahan hijau, proses modernisasi juga mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam mewujudkan lahan hijau tak hanya sekedar punya. Namun masyarakat menginginkan keindahan dalam lahan hijaunya. Sayangnya Banyak perusahan jasa konstruksi di kota-kota besar malah kekurangan jasa arsitek lanskap, bahkan tak jarang dalam memenuhi kebutuhannya para perusahaan menggunakan jasa tenaga asing. Hal tersebut dikarenakan SDM yang kompeten dalam bidang ini tak banyak dihasilkan, tak banyak universitas yang menyediakan program studi arsitektur lanskap. IPB beruntung karena memiliki program studi ini, dan IPB merupakan salahsatu penghasil Arsitek-arsitek lanskap terbaik negeri.

Arsitektur Lanskap di IPB dimulai dari minor Departemen Agronomi. Pelopornya adalah Ir. Zain Rachman (alm.) pengembangannya dilakukan melalui penelitian dan praktek lapang atau keterampilan profesi. Tahun 1985 adalah awal mula didirikan program studi Arsitektur Pertamanan oleh Ir. Zain Rachman, Ir. Nurhajati A. Mattjik, Ir. Siti Nurisjah, MSLA, Dr. Ir. Harry Hardjakusumah, MSLA, Ir. Aris Munandar, Ir. Hadi Susilo Arifin, Ir. Iswari Saraswati Dewi, Ir. Nurhayati, Ir. Bambang Sulistyantara, Ir. Nizar Nasrulloh, dan Ir. Andi Gunawan, dan didukung oleh Prof. Dr. Ir. Ahmad Surkati M.Sc. dan Prof. Dr. IrSri Setyati Harjadi, M.Sc. Pada angkatan pertama Program studi Arsitektur Pertamanan menerima duabelas mahasiswa (IPB Angkatan 21)

Pada tahun 1999/2000 terjadi perubahan nama dari Arsitektur Pertamanan menjadi Arsitektur Lanskap. Lalu Program Studi Arsitektur Lanskap membuka program lanjutan untuk strata dua yang masih dibawah Progam Studi Agronomi. Tahun berikutnya Program Studi ARL Fakultas Pascasarjana-IPB sudah berdiri sendiri. Sejak awal berdiri, program studi Arsitektur Lanskap memiliki kompetensi yang berbeda dengan program studi lainnya di Departemen Agronomi. Selain itu matakuliah kompetensinya juga terhitung cukup banyak. Arsitektur Lanskap memiliki mata kuliahnya sangat signifikan dan mempunyai kompetensi tersendiri dibandingkan denga Program Studi Agronomi, Pemuliaan Tanaman dan Teknologi Benih, dan Holtikultura. Akhirnya pada tahun 2005 Program studi ini menjadi Departemen sendiri dengan Program Studi Arsitektur Lanskap sebagai mayornya.

Departemen Arsitektur Lanskap memiliki pembagian yaitu: Bagian Perencanaan Lanskap, Bagian Desain Lanskap, Bagian Pengelolaan Lanskap, dan Bagian Tanaman Lanskap.

*dari berbagai sumber.”“Lansekap adalah wajah atau karakter lahan dari permukaan bumi baik itu alami maupun buatan, yang merupakan total dari lingkungan hidup manusia beserta makhluk hidup lainnya. Lanskap memiliki beberapa sub antara lain: kota (town-sape), jalan (street-scape), lapangan golf dan sejenisnya (lawn-scape), sungai (river-scape), atap bangunan (roof-scape), pantai dan pemandangan laut lainnya (sea-scape), area industri (industrial-scape), pemukiman (residential-scape), pedesaan (rural-scape), daerah (regional-scape), dan lainnya.

Arsitektur Lansekap adalah bidang ilmu dan seni yang mempelajari pengaturan ruang dan massa di alam terbuka, dengan mengkomposisikan elemen-elemen lanskap baik alami maupun buatan. Tujuannya agar tercipta sebuah keteraturan, terciptanya suatu karya lingkungan yang fungsional serta berestetika, sehingga tercapai kepuasan manusia, namun tetap selaras dengan alam.

Arsitek Lansekap adalah seseorang profesional yang mendapatkan pendidikan dalam bidang ilmu dan seni arsitektur lanskap serta aktif dalam kegiatan perancangan tanaman (landscape planning), perencanaan tapak (site planning), serta perencanaan detail taman (detail landscape design). Peran arsitek lansekap dalam kehidupan sangat penting, dalam mewujudkan suatu taman yang indah tak hanya cukup dengan sekedar indah namun harus juga difikirkan bagaimana fungsionalitasnya, selain itu kesesuaian antara komponen (contoh, tanaman) dengan habitatnya juga harus dipertimbangkan karena tidak semua tanaman bisa hidup baik dalam semua kondisi lahan. Arsitek lansekap lah yang paling paham dalam mengkombinasikan beberapa hal tersebut demi terciptanya sebuah taman yang fungsional serta bernilai estetika tinggi.

Peran seorang arsitek lansekap di era 90-an semakin banyak peminatnya. Masyarakat perkotaan pada umumnya mulai membuka mata akan kebutuhan lahan hijau yang sebelumnya tidak terlalu dipedulikan. Selain itu isu pemanasan global juga memicu naiknya minat masyarakat dalam melakukan perombakan lahan terbukanya menjadi lahan hijau, proses modernisasi juga mempengaruhi pola pikir masyarakat dalam mewujudkan lahan hijau tak hanya sekedar punya. Namun masyarakat menginginkan keindahan dalam lahan hijaunya. Sayangnya Banyak perusahan jasa konstruksi di kota-kota besar malah kekurangan jasa arsitek lansekap, bahkan tak jarang dalam memenuhi kebutuhannya para perusahaan menggunakan jasa tenaga asing. Hal tersebut dikarenakan SDM yang kompeten dalam bidang ini tak banyak dihasilkan, tak banyak universitas yang menyediakan program studi arsitektur lanskap. Saat ini program studi Arsitektur Lansekap sudah tersedia di berbagai Universitas di seluruh Indonesia.

*dari berbagai sumber.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *